Apa itu Window Dressing?

Pernakah anda mendengar istilah Window Dressing dalam dunia Pasar Modal Indonesia? Windows Dressing adalah sebuah Strategi Manajer investasi dan perusahaan mempercantik kinerja Portofolio atau Performa laporan keuangannya yang dimana situasi ini biasanya akan mengalami penguatan pada saat akhir tahun di bulan Desember sampai Januari. Fenomena ini seringkali disebut dengan santa claus rally dan january effect

Apakah Window Dressing beneran terjadi? Window Dressing terjadi seakan-akan di karenakan oleh manajer investasi dan perusahaan yang mempercantik kinerja portofolio atau perfoma laporan keuangan, tetapi bisa juga dipicu oleh kebiasaan investor atau trader yang mempercayai akan terjadinya Window Dressing itu sendiri maka menambah kuatnya peluang terjadinya Window Dressing di akhir tahun.

Dalam data yang saya dapat kebiasaan penguatan IHSG sendiri memang benar ada nya akan mengalami kenaikan disetiap akhir tahun berjalan. Data yang saya ambil dari salah satu aplikasi yang dimana jangka waktu yang di ambil dari tahun 2004 sampai dengan 2017. Bisa di lihat di table berikut yang dimana Kenaikan di bulan Desember memang selalu terjadi.

 

Dari table diatas menunjukan Probability kenaikan IHSG di tiap bulan Desember mengalami kenaikan 100% yang di artikan kejadian penguatan IHSG selalu terjadi, yang di mana rata-rata kenaikan IHSG itu sendiri di bulan Desember sebesar 3,8% yang dimana cukup besar rata-rata kenaikannya.

Bagaimana kita menyikapi hal tersebut agak tidak ketinggalan momentum dalam berinvestasi atau trading di pasar modal sendiri, simplenya jika sebagai investor atau trader sendiri yang mengambil momentum sudah membeli saham dibulan November bisa di keep sampe bulan Desember atau Januari untuk memperoleh keuntungan. jika sebaliknya yang belum mengambil keputusan buy atau baru mulai di investasi saham bisa mencari-cari saham yang masih murah atau belum bergerak banyak.

Tips dari saya jika ingin memanfaatkan momentum Window Dressing itu sendiri:

  1. Pengambilan saham melihat dari fundamental saham yang baik dimana jika pada saat Window Dressing tidak terjadi di saham tersebut maka tetap merasa aman walaupun saham tersebut mengalami penurunan. saham yang berfundamental baik lebih memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan dengan saham yang berfundamental jelek.
  2. Sebaiknya mengambil saham yang dimana menjadi pendorong indeks seperti saham-saham bluechip sebagai contoh seperti BBCA, UNVR, TLKM, ASII dan lain-lain.
  3. Pengambilan saham melihat dari pergerakan saham yang dimana teknikalnya cenderung mengalami penguatan.
  4. Agar tidak terjebak oleh kepercayaan Window Dressing akan terulang kembali disarankan menggunakan dana khusus spekulasi dan tidak menaruh dalam porsi yang terlalu besar.

semoga bermanfaat.