Lo Kheng Hong & KESABARAN

Lo Kheng Hong (LKH) investor tersohor yang mengawali dunia investasi saham dari masa-masa sulit, setia mendekap saham-saham yang ia miliki dari pasar modal Indonesia karena beberapa alasan. 

Pertama, gara-gara latar belakang keluarganya miskin dan sulit. Ia tak ingin orang-orang mengalami hal yang sama. 

Kedua, pasar modal Indonesia membuat  perusahaan-perusahaan lokal berhasil menggenjot kinerja mereka serta merekrut lebih banyak tenaga kerja. "Membuka lapangan kerja baru, sehingga makin banyak orang sejahtera," ujar Lo, pria kelahiran Kalimantan, yang ayahnya dulu adalah pemecah kelapa ini.

Ketiga, Lo bilang, perusahaan terbuka adalah pembayar pajak terbesar di Indonesia. Pajak merupakan salah satu faktor untuk menggenjot ekonomi negara. 

Keempat, di sisi lain, menurut riset-riset yang ditemukan Lo, bursa saham Indonesia adalah pemberi keuntungan terbesar di dunia, dibanding dengan bursa negara lain.

Makanya, sampai sekarang Lo tetap setia berinvestasi saham. Sampai-sampai ia bilang hanya tertarik dengan saham saja. "Saham is my best choice," ujarnya.
Lo emoh berinvestasi emas karena buatnya emas tidak akan bertambah banyak. "Kita beli satu kilo, ditinggal tidur, nanti bangun tetap 1 kilo. Beda dengan saham," ujarnya.
Dia juga bilang enggan main valas. "Kalau main valas, nanti saya berharap terus rupiah melemah," sambungnya. 

Ketika satu dari sekitar 1.200-an hadirin talkshow bertanya sinyal apa dan grafik yang bagaimana yang bikin Lo memutuskan membeli satu saham, dia menjawab dengan enteng, "Saya enggak pernah lihat grafik!"

Lukas Setia Atmaja, pengajar investasi dan keuangan di Universitas Prasetiya Mulya, mengatakan, bahwa salah satu modal Lo berinvestasi saham adalah kesabaran

"Beliau pernah pegang saham yang lima tahun rugi terus, merah terus. itu kalau enggak sabar, pasti sudah cutloss," katanya.

 

 

sumber: kontan